Belum lagi habis sensasi 'rencana Resufflhe Kabinet yang antiklimaks' buntut perseteruan Partai Demokrat dengan dua partai koalisinya Pasca gagalnya Pansus Pajak,SBY kembali menuai 'badai' dengan adanya pemberitaan dua harian diAustralia The Sidney Herald dan The Age tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Presiden SBY dan Ny Ani Yudhoyono. Pemberitaan dua harian terkemuka diAustralia tsb bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Budiono KeAustralia menimbulkan spekulasi dari banyak analis politik yang menghubungkan kasus ini dengan kasus-kasus sebelumnya yang mewarnai naik turunnnya hubungan Indonesia-Australia baik diera Presiden sebelumnya seperti era Presiden Suharto,karena disinyalir ada sebagian kelompok-kelompok politisi diAustralia tidak menginginkan hubungan antara pemerintah Australia dan Indonesia dalam kondisi mesra sebagai negara tetangga. Namun terlepas dari adanya dugaan tersebut media Australia The Age,jumat menurunkan berita dengan judul"Yudhuyono Abused Power" dan berita terkait yang berjudul Bambang Thank You Ma'am" intinya adalah mendiskriditkan SBY sebagai Presiden RI dan Ani Yudhoyono sebagai ibu negara yang mempergunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya.Adapun sumber berita itu menurut kedua media tsb dirilis dari dokumen rahasia Wikileaks yang menghebohkan dunia tersebut. Sekalipun setelah munculnya pemberitaan tersebut 'pihak Istana mengatakan bahwa berita tersebut adalah berita sampah' tapi tidak urung orang-orang dekat SBY seperti mensesneg Sudi Silalahi,menko polkam,sampai mentri luar negri ditengah kesibukannya mengurus TKW yang bermasalah diluar negri termasuk Darsiyem TKW yang diancam hukuman pancung diArab Saudi juga kecipratan tugas baru untuk membantah pemerintahan tersebut dan sampai-sampai merasa perlu memanggil Duta Besar Amerika SerikatSCOT MARCIEL untuk mengklarifikasi kebenaran pemberitaan tersebut,karena menurut kedua media tersebut berita itu mereka rilis dari dokumen rahasia yang dirilis oleh wikileaks melalui situsnya,yang diakui wikileaks dokumen tersebut diperoleh dari pembocoran kawat diplomatik AS yang berasal dari kedutaan besar Amerika Serikat diJakarta.
WikiLeaks atau wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas diSwedia. Situs wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya,situs tersebut mulai diluncurkan semenjak tahun 2008. Organisasi ini sendiri didirikan oleh desiden politik china,dan juga jurnalis matematikawan,dan tekhnologi dari AS,Taiwan ,Eropah,Australia,dan Afsel. Dan menurut artikel koran dan majalah The New Yorker mendiskripsikan Julian Assange jurnalis dan aktivis internet Australia yang kini menjadi buronan banyak negara termasuk Inggris yang sangat bernafsu untuk membawanya,diklaim sebagai direktur Wikileaks ini,Sumber dokumen rahasia yang dimiliki mereka diklaim berjumlah 251.287 dokumen yang diperoleh dari pembocoran rahasia 274 kedutaan besar Amerika Serikat diseluruh dunia,dan sampai sejauh ini dokumen y6ang baru dirilis dan dipublikasikan kepada khalayak umum belum sampai 300 dokumen. Dengan jumlah dokumen belum sampai 300 yang dibuka kepada umum saja sudah menimbulkan kekacauan dibanyak negara,bagaimana jadinya kalau seluruh dokumen yang mereka miliki dibuka keseluruhan kepada umum,bagamana jadinya?dan untuk dokumen yang berasal dari kedutaan besar Amerika serikat diJakarta saja disinyalir ada 3059,dan hanya baru seperseribunya saja diekspos kemedia sudah menimbulkan polemik bagi pemerintahan RI (Presiden SBY),bagaimana pula kalau keseluruhannya?Dan satu hal yang perlu dicermati adalah persyaratan wikileaks disitusnya dikatakan bahwa mereka sengaja mencicil publikasi dokumen pada saat yang tepat dengan tujuan agar publikasi dokumen tersebut mendapat perhatian publik yang memadai.Karena menurut mereka (wikileaks) apabila dilepas sekaligus,rahasia negara yang penting bisa terlewat dari perhatian masyarakat.
Apa yang dapat kita cermati dari penjelasan wikileaks dari situsnya secara jelas menunjukan niat dari wikileaks ini tentunya melahirkan 'polemik' dan goncangan politik dinegara-negara y6ang dokumen rahasianya dipublikasikan,karena dapat dipastikan publikasi dokumen rahasia tersebut jelas-jelas menyangkut kebijakan pemerintahan ataupun kepala pemerintahan yang seyogyanya tidak patut untuk diketahui publik. Terlepas dari kebenara isi dokumen tersebut banyak para analis politik yang membenarkan isi dokumen tersebut. Kalau ditilik lebih seksama betapa 'Amerika Serikat' ternyata mengabaikan prinsip diplomatik berdasarkan 'konvensi wina 1211' yang salah satu pointnya bahwa prinsip tidak mencampuri urusan dalam negri dari suatu negara yang berdaulat dalam kerangka hubungan diplomatik antar negara.Amerika serikat masih memposisikan dirinya sebagai 'polisi dunia' dan merasa sangat berhak untuk mengontrol kebijakan suatu negara dimana saja didunia ini,padahal diera globalisasi sekarang ini tidak ada satu negarapun dapat mengklaim negaranya 'lebih' dari negara lainnya.
Dan bagi Indonesia sendiri khususnya pemerintahan Presiden SBY tidak perlu 'kasak kusuk' ataupun kebakaran jenggot dengan adanya 'pemberitaan tersebut' tetapi cukup memberikan penjelasan yang sebenarnya tanpa kesan membela diri sekaligus membawa kasus ini keranah hukum,seperti yang dilakukan mantan Presiden Suharto terhadap Majalah Times,ketika majalah tersebut dalam salah satu edisinya memuat Suharto melakukan korupsi pada masa kekuasaannya. Dengan demikian rakyat dapat menerima informasi yang sesungguhnya,sekaligus akan melahirkan simpati bagi pemerintah sekaligus dapat menjalankan program pembangunan yang tertunda termasuk masalah-masalah korupsi,naiknya harga minyak dipasar internasional sedikit banyaknya akan semakin menambah beban penderitaan rakyat,daripada menghabiskan energi menanggapi pemberitaan dari wikileaks tersebut,karena bagaimanapun masih ada 3000-an lebih dokumen yang menyangkut Indonesia yang belum dipublikasikan oleh wikileaks,kalau untuk berapa dokumen saja pemerintah RI (SBY) sudah terganggu kinerja pemerintahannya,bagaiamana pula kalau samapai ribuan?ujung-ujungnya yang paling menderita tentunya adalah rakayat. Dengan adanya 'peristiwa' ini juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk kebih meningkatkan kinerja intelijen agar dapat lebih mengantisipasi kemungkinan bocornya rahasia negara kepada negara lain,karena bagaimanapun Indonesia sebagai negara yang memiliki posisi strategis sekaligus memiliki potensi yang mumpuni dalam percaturan politik global tentunya 'akan selalu diamati'langkah-langkah kebijakannya oleh negara-negara yang merasa memiliki kepentingan. Dan bagi rakyat Indonesia dengan adanya peristiwa ini hendaknya 'lebih melahirkan rasa nasionalisme yang heroik' terkait dengan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Jangan karena ada perbedaan pendapat dengan pemerintah baik thd kebijakannya atau individu pemimpinnya lantas berkoar-koar kedunia luar,ada baiknya kita bercermin thd ucapan Jendral Mac' Arthur yang terkenal dengan keberhasilannya memimpin pasukan sekutu untuk mengalahkan Jepang dalam perqang diAsia Pasifik (PD II),ia mengatakan,"baik atau buruk Amerika adalah negara saya".Semoga kasus Wikileaks ini dapat membuat para pemimpin dinegara ini lebih arif dan bijaksana (amiin).
WikiLeaks atau wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas diSwedia. Situs wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya,situs tersebut mulai diluncurkan semenjak tahun 2008. Organisasi ini sendiri didirikan oleh desiden politik china,dan juga jurnalis matematikawan,dan tekhnologi dari AS,Taiwan ,Eropah,Australia,dan Afsel. Dan menurut artikel koran dan majalah The New Yorker mendiskripsikan Julian Assange jurnalis dan aktivis internet Australia yang kini menjadi buronan banyak negara termasuk Inggris yang sangat bernafsu untuk membawanya,diklaim sebagai direktur Wikileaks ini,Sumber dokumen rahasia yang dimiliki mereka diklaim berjumlah 251.287 dokumen yang diperoleh dari pembocoran rahasia 274 kedutaan besar Amerika Serikat diseluruh dunia,dan sampai sejauh ini dokumen y6ang baru dirilis dan dipublikasikan kepada khalayak umum belum sampai 300 dokumen. Dengan jumlah dokumen belum sampai 300 yang dibuka kepada umum saja sudah menimbulkan kekacauan dibanyak negara,bagaimana jadinya kalau seluruh dokumen yang mereka miliki dibuka keseluruhan kepada umum,bagamana jadinya?dan untuk dokumen yang berasal dari kedutaan besar Amerika serikat diJakarta saja disinyalir ada 3059,dan hanya baru seperseribunya saja diekspos kemedia sudah menimbulkan polemik bagi pemerintahan RI (Presiden SBY),bagaimana pula kalau keseluruhannya?Dan satu hal yang perlu dicermati adalah persyaratan wikileaks disitusnya dikatakan bahwa mereka sengaja mencicil publikasi dokumen pada saat yang tepat dengan tujuan agar publikasi dokumen tersebut mendapat perhatian publik yang memadai.Karena menurut mereka (wikileaks) apabila dilepas sekaligus,rahasia negara yang penting bisa terlewat dari perhatian masyarakat.
Apa yang dapat kita cermati dari penjelasan wikileaks dari situsnya secara jelas menunjukan niat dari wikileaks ini tentunya melahirkan 'polemik' dan goncangan politik dinegara-negara y6ang dokumen rahasianya dipublikasikan,karena dapat dipastikan publikasi dokumen rahasia tersebut jelas-jelas menyangkut kebijakan pemerintahan ataupun kepala pemerintahan yang seyogyanya tidak patut untuk diketahui publik. Terlepas dari kebenara isi dokumen tersebut banyak para analis politik yang membenarkan isi dokumen tersebut. Kalau ditilik lebih seksama betapa 'Amerika Serikat' ternyata mengabaikan prinsip diplomatik berdasarkan 'konvensi wina 1211' yang salah satu pointnya bahwa prinsip tidak mencampuri urusan dalam negri dari suatu negara yang berdaulat dalam kerangka hubungan diplomatik antar negara.Amerika serikat masih memposisikan dirinya sebagai 'polisi dunia' dan merasa sangat berhak untuk mengontrol kebijakan suatu negara dimana saja didunia ini,padahal diera globalisasi sekarang ini tidak ada satu negarapun dapat mengklaim negaranya 'lebih' dari negara lainnya.
Dan bagi Indonesia sendiri khususnya pemerintahan Presiden SBY tidak perlu 'kasak kusuk' ataupun kebakaran jenggot dengan adanya 'pemberitaan tersebut' tetapi cukup memberikan penjelasan yang sebenarnya tanpa kesan membela diri sekaligus membawa kasus ini keranah hukum,seperti yang dilakukan mantan Presiden Suharto terhadap Majalah Times,ketika majalah tersebut dalam salah satu edisinya memuat Suharto melakukan korupsi pada masa kekuasaannya. Dengan demikian rakyat dapat menerima informasi yang sesungguhnya,sekaligus akan melahirkan simpati bagi pemerintah sekaligus dapat menjalankan program pembangunan yang tertunda termasuk masalah-masalah korupsi,naiknya harga minyak dipasar internasional sedikit banyaknya akan semakin menambah beban penderitaan rakyat,daripada menghabiskan energi menanggapi pemberitaan dari wikileaks tersebut,karena bagaimanapun masih ada 3000-an lebih dokumen yang menyangkut Indonesia yang belum dipublikasikan oleh wikileaks,kalau untuk berapa dokumen saja pemerintah RI (SBY) sudah terganggu kinerja pemerintahannya,bagaiamana pula kalau samapai ribuan?ujung-ujungnya yang paling menderita tentunya adalah rakayat. Dengan adanya 'peristiwa' ini juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk kebih meningkatkan kinerja intelijen agar dapat lebih mengantisipasi kemungkinan bocornya rahasia negara kepada negara lain,karena bagaimanapun Indonesia sebagai negara yang memiliki posisi strategis sekaligus memiliki potensi yang mumpuni dalam percaturan politik global tentunya 'akan selalu diamati'langkah-langkah kebijakannya oleh negara-negara yang merasa memiliki kepentingan. Dan bagi rakyat Indonesia dengan adanya peristiwa ini hendaknya 'lebih melahirkan rasa nasionalisme yang heroik' terkait dengan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Jangan karena ada perbedaan pendapat dengan pemerintah baik thd kebijakannya atau individu pemimpinnya lantas berkoar-koar kedunia luar,ada baiknya kita bercermin thd ucapan Jendral Mac' Arthur yang terkenal dengan keberhasilannya memimpin pasukan sekutu untuk mengalahkan Jepang dalam perqang diAsia Pasifik (PD II),ia mengatakan,"baik atau buruk Amerika adalah negara saya".Semoga kasus Wikileaks ini dapat membuat para pemimpin dinegara ini lebih arif dan bijaksana (amiin).
untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut yang disinyalir diperoleh dari dokumen rahasia kawat diplomatik kedutaan besar AS di Jakarta yang berhasil dibocorkan oleh wikileaks
.
test
ReplyDelete